Kamis, 25 April 2013
Pertengahan Malam
Pertengahan malam
Umurmu berkurang
Saat kau terlelap tanpa jam
Sedang aku main bersama sajak riang
Pertengahan malam
Ada rindu yang mengerang
Lembut, namun benar tajam
Sampai hati sesak sebidang
Pertengahan malam
Sunyi itu ramai datang
Rupa gelap tanpa lebam
Pandai bawa hati ke negeri usang
Pertengahan malam
Aku malu sebab lancang
Telah bawa dirimu yang bungkam
Dalam sajak yang jeleknya menjulang
Senin, 22 April 2013
Aku Mengaku
Dahulu aku pernah mengaku
Kalau rasaku penuh sungguh
Terlepas bagaimana kau
Hati kan setia tahan dengan tangguh
Sedari dulu aku tahu
Duniamu ramai gaduh
Bukan duniaku,
Ramainya begitu lusuh
Sebabnya takut ini membiru
Takut ganggu tawamu kukuh
Sebab tawaku terlalu gagu
Sampai lidah harus bersimpuh
Dahulu aku pernah mengaku
Kalau rasaku penuh sungguh
Sebabnya taruh percaya di diriku
Maka hati tak lari walau disuruh
Namaku Rindu
Namaku itu rindu
Rindu dalam diam
Rindu dalam doa
Rindu dalam jarak
Aku begini
Tak peduli bagaimana
Aku tetap hidup
Walau meringis tak terbalas
Aku tak mati
Pernah kulebam dihajar waktu
Sebab terlalu lama ada
Namun hanya sekadar angin sepi
Semilir pun tak ada yang tahu
Namaku itu rindu
Rindu dalam payah
Rindu dalam lelah
Rindu dalam perih
Rindu itu, namaku
Minggu, 14 April 2013
12 April 2013
Hmm... jadi, tanggal 12 April kemarin itu aku berulang tahun yang ke-16 tahun (15 boleh?). Saat pertengahan malam tepatnya, handphone-ku bergetar. Ada beberapa pesan singkat yang masuk, dari satu orang yang sama. Dari dia yang mengaku menyimpanku dalam hatinya. Salah satu isi pesan singkatnya adalah sebuah sajak. Rupa sajaknya begini:
"Puisi jelek buat orang (yang lebih dari) indah"
Jika boleh,
Kuralat semua kalimat
Tentang kau indah
Kau bukan indah,
Kau lebih dari indah
Aku tak tahu apa
Pokoknya indah
Kau ya kau,
Ke-kau-anmu adalah dari kau sendiri
Ingat ya
Lebih dari indah
Apa tau, aku tak tahu
Intinya begitu
Kau,
Aku bersyukur aku bisa menjadi tentang kau
Juga sebaliknya
Sederhana dan cantik. Itulah dua kata dariku teruntuk sajak tersebut. Kado pertama yang kuterima di pertengahan malam itu. Rasanya sayang jika aku tidak mengabadikannya. Uwuwuwuw.... ^^
Cantik?
Indah rupa wajahnya
Dua mata elang yang begitu tajam
Namun lembut binarnya
Lengkung bibir pun tak mau kalah
Sungguh,
Senyumnya terlalu manis
Rambutnya panjang melambai
Tiap helai pandai pikat retina
Sungguh,
Terpesona hati dibuatnya
Namun sial!
Mataku, matamu, tertipu
Matanya bukan mata elang
Hanya pengait maya
Sekali bertemu, tak akan bisa melepas
Senyumnya bukan manis
Pahit betul yang terkecap
Pahit yang siap setia pada lidahmu
Rambutnya,
Hanya seutas tali peranjat
Tak heran kaki tak bisa lari
Sekali mendekati, tak akan bisa kabur menjauh
Memang ia terlalu elok rupa
Terlalu,
Sampai pikat dewa bersayap
Yang mampu terbangkannya hingga ujung mega
Benar sosok ada rupa,
Tapi tak ada hati
Teruntuk kamu,
Yang pandai bersembunyi di balik daya tarikmu.
Langganan:
Postingan (Atom)