Kamis, 27 Juni 2013

Menimang Air Mata


Kamu selalu pandai mengajariku
Bagaimana 'tuk menimang air mata
Kamu selalu cerdik mengenalkanku
Pada bulir perih yang tak pernah kaupahami

Aku selalu bertanya,
Apa rupaku di retinamu

Wayangkah?
Yang hanya terbuat dari kayu dan atau kulit
Tiada dibuatkan hati di dalamnya

Bonekakah?
Yang wajahnya selalu tersenyum
Tiada rupa sendu
Dan tak bisa menangis

Sabtu, 01 Juni 2013

Sandiwara Jemawa


Negeriku dulu, makmur
Surga bagi para rempah
Hijau terpantri dari ujung hingga ujung pula
Tempat manusia bersandiwara

Negeriku kini, bergeming
Kaku di antara mega
Hijau hilang, pun senja pulang
Sandiwara kian menganga

Negeriku dikunyah waktu
Badut berdasi kini buta aksara
Mereka ditulikan
Oleh sandiwara yang enggan bungkam

Malam gelap, pagi tak berpendar
Baluti negeriku yang meringkih
Segala ditimpa gulita
Terbungkus sandiwara

Tak boleh begini
Tak boleh hanya ada geming
Bangkit, bangkit
Serupa dulu, sehijau dulu

Putihkan sandiwara
Hitamkan segala yang berputih maya
Pupuskan jemawa
Serupa dulu
Serupa dulu