Malam tak pernah
sesiang ini sebelumnya. Sebelum setiap binar sang bintang rontok dari tubuhnya.
Berhamburan di langit yang tak pernah kosong tanpa rasi senyummu.
Malam tak pernah
sesiang ini sebelumnya. Sebelum rembulan laun-laun menjadi aram. Tersabit segala
ngilu dari dentuman dadaku, karenamu.
Malam tak pernah
sesiang ini sebelumnya. Sebelum titik hangat sang surya mengimbit ke bukan
negerinya. Ke dunia temaram. Mengelam. Meniadakan segala hitam hingga darah
merengat dari sang langit.
Malam tak pernah
sesiang ini sebelumnya. Sebelum langit dan penghuninya, menjatuhkan hati
kepadamu—walau mereka, tak miliki hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar