Kamu...
Si pemilik mata itu
Mampu getarkan ruang kosong hati
Seolah terkena setrum
Hati ini menggelinjang tak karuan
Kamu...
Si pemilik suara itu
Lebih indah dari sekedar dentingan piano
Mampu redam keluh kesahku
Kamu...
Si pemilik jemari itu
Jemari yang berbelit diantara jemariku
Genggaman hangat
Sungguh,
Tak ingin kulepas
Dan kamu...
Ah, lagi-lagi kamu
Kamu telah sita waktuku!
Menyita dengan seribu bayangmu
Taukah aku lelah begini?
Ya,
Lelah yang aku nikmati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar