Kamu selalu pandai mengajariku
Bagaimana 'tuk menimang air mata
Kamu selalu cerdik mengenalkanku
Pada bulir perih yang tak pernah kaupahami
Aku selalu bertanya,
Apa rupaku di retinamu
Wayangkah?
Yang hanya terbuat dari kayu dan atau kulit
Tiada dibuatkan hati di dalamnya
Bonekakah?
Yang wajahnya selalu tersenyum
Tiada rupa sendu
Dan tak bisa menangis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar