Senin, 18 Januari 2016

Pagi Ini, untuk Kali Pertamanya


Pagi ini, untuk kali pertamanya, aku berusaha mati-matian untuk tidak menangis.
Pagi ini, untuk kali pertamanya, aku berjanji akan mengutuk diriku sendiri kalau aku menangis.
Pagi ini, untuk kali pertamanya, aku merasa tidak cukup kuat untuk mengakui kalau aku juga ingin menangis.

Sepertinya aku perlu mengerti satu hal–atau mungkin beberapa hal–yang selama ini menjadi rumit dalam kepalaku. Sejak dulu, aku selalu percaya, betapa pun sulitnya, semua akan terasa ringan bila "bersama" selalu ada. 

Namun, pagi ini, kepercayaanku terpatahkan.

Sepertinya aku perlu mengerti, kalau hidup bukan hanya tentang aku dan inginku. Bukan hanya tentang aku yang mencintai mereka, dan inginku untuk terus bersama mereka. Aku perlu mengerti, bahwa untuk tidak bersama jugalah sebuah jalan yang memang patut untuk dipilih.

Perpisahan? Aku harap bukan. Aku harap Tuhan punya cara lain dalam mencintai kami.

Pagi ini, untuk kali pertamanya, aku berhasil menelan airmataku bulat-bulat.

1 komentar: