gulita langit mengintip melalui jendela kamar
mengintip aku termangu
tak berekspresi lain
tak bersuara lain
otakku tengah terjamah beribu mengapa!
ya,
dulu dan sekarang
jenis waktu yang berlawanan
dulu tak begini
dulu tak seperti ini
dulu, dulu, dulu
sekarang?
kita sibuk tuk saling melupakan
kawan,
jikalau malam dulu
ponselku, pastilah selalu bergetar
getar asik wakili canda
terselip di pesan maya itu
aku, kamu; tak berjarak
layar ponsel tak dianggap dinding pemisah
tapi lihat sekarang!
ponselku tak lagi bergetar karenamu
pesan maya hasil jentikan jemarimu asing
bagiku,
juga ponselku
kawan,
aku yakin tak hanya aku yang rasakan
jarak ini
kerenggangan ini
kau ikut sadari bukan?
lalu kenapa diam?
malah pergi mencari pengganti
dan aku masih disini
melihatmu asik mencumbu tawa
tapi tak bersamaku
kau bersama mereka
sosok baru di hidupmu bukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar