Senin, 13 Mei 2013

Karena Aku Mawar


Anggaplah aksara ini merah
Nyala merah, bak darah
Wakili setangkai merekah
Setangkai mawar merah

Akulah mawar itu
Terpilih 'tuk kaupetik dulu
Setia kaucumbu dalam doa sendu
Yang enggan terikat waktu

Aku mawar yang kelu
Merahku menghardikmu
Mahkotaku bak lembut bantalmu
Tangkaiku kokoh di langkahmu

Ada satu kurang
Duriku terbuang
Duri yang mencintamu meradang
Perihnya menjulang

Jikalau ingin bersama,
Acuhkan elokku saja
Lalu terima duri yang ada
Ikut nikmati perih terasa

Bukan itu,
Duriku bukan membencimu
Kubilang dia mencitamu
Biarkanlah tetap menyatu

Karena setiap mawar berduri
Biarkan aku jadi satu-satunya mawar yang berdiri
Mencintamu tanpa iri
Dengan manis, lagi perih menyeri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar