Kepadamu, semesta laluku. Aku masih menjadikanmu bagian dari kalimat yang kurapal dalam doa. Walau bibir tak ada ucap, walau mata tak berani menatap. Kuingatkan, jalanku, juga milikmu masih panjang. Maka jangan terlalu takut kehilangan.
Hiduplah dengan bahagia, maka kau tak akan terluka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar