Kepadamu, Tuan. Aku tak mau banyak berbasa-basi. Aku hanya ingin menegaskan kembali tentang segala rindu yang menjadikanku sebagai tawanannya.
Tentang aku, yang menjadi lemah di hadapan perasaan, yang entah harus kuartikan sebagai apa. Dan tentang kau, yang kemudian menjelma menjadi bongkahan es yang tak kunjung sudi untuk mencair.
Kamu mungkin belum tahu kalau aku tak suka dingin. Aku benci dingin. Dan ketahuilah, kaumasuk ke dalam daftar apa-apa yang tak ingin aku benci. Maka, dengarlah, aku tak banyak menuntut. Hanya meminta kau sedikit saja sudi untuk berjemur; agar bukan lagi bongkahan es yang kulihat saat menatapmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar