: Tuxedo Bertopeng
As long as I can see you,
everything will never be problem. It’s always be okay.
Sebelumnya aku nggak
tahu apa sebenarnya definisi ‘jatuh’ yang tepat, Kak. Namun setelah aku
membentuk kalimat di atas, aku sekarang mengerti apa itu jatuh; mengerti kalau
aku sedang jatuh. Ah iya, maksudku kalimat pertama pada tulisan ini, jadi kamu
tak perlu mencari kalimat itu ke atas langit-langit kamarmu, Kak.
Oh ya, kamu tau nggak,
Kak, apa yang sedang aku tekuni sekarang? Merayu-rayu mama untuk memberikan izin menonton pentas musikalisasi puisimu
bulan depan. Kamu—mungkin—tidak tahu kalau mamaku itu over protective,
but I love the way she used to. I love the way she love me.
Hmm… The way
to love.
Cara orang
mencintai itu memang berbeda-beda, ya, Kak. Aku jugalah orang, so,
caraku untukmu juga berbeda. Menunggumu di depan pintu kelas, menahan lapar
agar tetap bisa diam di kelas saat kamu juga ada di sana, menikmati setiap
degup jantung yang lebih cepat karenamu, mengkhawatirkanmu dalam diam,
tersenyum saat kau tertawa, merapal namamu dalam doa. That’s all my way.
The way I love you.
People say,
that care too much to person who always ignore you is too bad. It’s like
one-sided love. And at least, it’s too hurt. But not for me.
Aku juga nggak
mengerti, Kak, di mana letak lukanya. Mencintai dan dicintai itu perkara berbeda. Selama ego tidak menguasai
diri, cinta satu sisi nggak melulu sakit. Kalau bisa dibikin bahagia,
kenapa masih menciptakan kata ‘luka’?
Oh ya, jangan lupa doakan aku, ya, Kak, biar mama
membolehkan aku menonton pentasmu. Suka-suka kamulah kapan mau berdoa. Asal paling
tidak, sekali saja kamu berharap aku bisa menontonmu
Ummm… My
english is too bad by the way. But at last, I can say that I love you.
Salam bulan,
Sailor Moon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar