Kau,
Percaya akan takdir?
Percaya akan takdir?
Saat kali pertama bertemu
Tidakkah kau sempat bertanya
Ini sekedar pertemuan ataukah takdir?
Ini sekedar pertemuan ataukah takdir?
Jika iya,
Maka kita adalah sama pada saat itu
Maka kita adalah sama pada saat itu
Hingga pertemuan kali kedua pun ada
Masih tanya yang sama
Ini sekedar temu atau juga takdir?
Ini sekedar temu atau juga takdir?
Namun ternyata
Pertemuan seterusnya tak terhindari
Pertemuan seterusnya tak terhindari
Aku baru sadar
Kita ini berputar dalam gulungan roda yang sama
Kita ini berputar dalam gulungan roda yang sama
Semahir apapun aku sembunyi
Kau akan tetap berhasil menemukan
Kau akan tetap berhasil menemukan
Dan akupun mulai mengerti...
Serangkaian kisah kecil
Ada sebelum pertemuan ketiga
Ada sebelum pertemuan ketiga
Semata-mata adalah takdir
Menyusun artian,
Bahwa takdir tak melulu tentang hal besar
Bahwa takdir tak melulu tentang hal besar
Bahkan,
Pertemuan matapun tidakkah bisa disebut takdir?
Pertemuan matapun tidakkah bisa disebut takdir?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar