“Kaulah
mataku, bekalku untuk melihat, ”
Kalimat
semumu yang membuatku berdecak geram
Tatkala
mereka benar membuatku menjadi matamu
Tatkala
senyummu menuntunku
‘tuk
bertemu sang pelupuk yang kurindu
“Kaulah
kakiku, senjataku ‘tuk berlari,”
Lagi,
kau mencaduiku dengan mantramu
Tak
butuh lama
Sampai
tubuhku kehilangan kedua kaki
Lalu
meringis melihat mereka lari menuju tubuhmu
“Kaulah
lenganku, hangatku untuk dekap,”
Segala
klausamu,
Kembali
menyeringai di gendang telinga
Kutahu
kau elok
Bahkan
hingga tanganku melengkapi elokmu
“Kaulah
jemariku, belatiku ‘tuk bahagia. Dengannya.”
Mati!
Kugulung
lidahmu lalu kucabut
Kau
elok, keledai
Menyuruhku
memberi segalanya
Mata
‘tuk menatap dalam matanya
Kaki
‘tuk berlari hanya menujunya
Lengan
‘tuk hangat mendekapnya
Lalu
jemari ‘tuk melingkarkan cinta di antara jemari kau, dan dia
Kaulah
elok,
Maka matilah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar