Minggu, 01 September 2013

Kaulah, Matilah


“Kaulah mataku, bekalku untuk melihat, ”
Kalimat semumu yang membuatku berdecak geram
Tatkala mereka benar membuatku menjadi matamu
Tatkala senyummu menuntunku
‘tuk bertemu sang pelupuk yang kurindu

“Kaulah kakiku, senjataku ‘tuk berlari,”
Lagi, kau mencaduiku dengan mantramu
Tak butuh lama
Sampai tubuhku kehilangan kedua kaki
Lalu meringis melihat mereka lari menuju tubuhmu

“Kaulah lenganku, hangatku untuk dekap,”
Segala klausamu,
Kembali menyeringai di gendang telinga
Kutahu kau elok
Bahkan hingga tanganku melengkapi elokmu

“Kaulah jemariku, belatiku ‘tuk bahagia. Dengannya.”
Mati!
Kugulung lidahmu lalu kucabut
Kau elok, keledai

Menyuruhku memberi segalanya
Mata ‘tuk menatap dalam matanya
Kaki ‘tuk berlari hanya menujunya
Lengan ‘tuk hangat mendekapnya
Lalu jemari ‘tuk melingkarkan cinta di antara jemari kau, dan dia

Kaulah elok,

Maka matilah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar