Sabtu, 01 Maret 2014

Kita, Berenang Dalam Ragu



: Tuxedo Bertopeng

Aku shock! Selasa depan praktik renang! Again!

Seperti yang entah kamu ketahui atau tidak, Kak; aku takut air. Aku nggak suka air. Yaa, semua juga tahulah, aku sukanya sama kamu. Hmmm but, wait, isn’t the one and only of the reason. Iya, masih ada alasan yang lain. Alasan yang, katakanlah, sangat penting dan berkaitan erat dengan kelangsungan hidup perasaan kita masing-masing.

Kamu ingat, Kak? Kejadian konyol nan manis dan menggemaskan yang terjadi saat praktik renang beberapa bulan yang lalu. Kejadian yang entah harus aku masukan ke dalam list kejadian yang ingin terulang atau kejadian yang ingin aku buang jauh-jauh dari setiap sel-sel di otakku.

But, the truth is… Kejadian itu telah membawa kita, pada sebuah titik di mana satu lampion menyala dengan segala ragu dan redup.  Saat itu, aku sakit, lantas kamu amat peduli. Manis. Lucu. Manisnya, aku dan kamu sama-sama tahu sampai mana kita bisa berjalan. Lucunya, aku dan kamu semakin sama-sama tahu kalau ini hanya akan mempersulit.

Kita sama-sama tahu, kalau dari dulu kita berdiri di tanah-tanah yang gembur bila ditanami luka. Kita sama-sama tahu, posisi kita sangatlah sulit, seolah memaksa untuk kita saling berlari menjauh, memunggungi.

Tapi aku tegaskan, itu dulu. Harus dulu!

Sekarang, kamu telah  memilihku untuk memperjuangkan perasaan yang belum tumbuh dalam dadamu. Sedang aku, tinggal menunggumu berjuang dengan selaksa pertimbangan usangmu.

Aku tersenyum membaca kalimat di atas, Kak. Aku tersenyum membaca hubungan kita berdua. Benar, aku telah jatuh cinta pada segala raguku dan ragumu. Aku jatuh cinta pada bagaimana sulitnya kita bersatu. Mungkin sedikit lucu, ya, Kak. Tapi beginilah bagaimana cara hal manis tercipta; tidak mudah.

Kamu tahu, Kak? Kisah sulit kita ini terlalu manis, dari sekadar saling jatuh cinta, lalu bersama dengan satu kali jentikan jemari.

Kalau praktik renang kali ini, aku diizinkan untuk ikut—walau cuma nontonin doang—aku minta kamu ikut berdoa, ya, semoga kejadian beberapa bulan silam nggak akan terulang lagi. Aku malu keleus.


Salam bulan,
Sailor Moon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar