:
Tuxedo Bertopeng
Aku
shock! Selasa depan praktik renang! Again!
Seperti yang entah kamu ketahui
atau tidak, Kak; aku takut air. Aku nggak suka air. Yaa, semua juga
tahulah, aku sukanya sama kamu. Hmmm but, wait, isn’t the one and only of
the reason. Iya, masih ada alasan yang lain. Alasan yang, katakanlah,
sangat penting dan berkaitan erat dengan kelangsungan hidup perasaan kita
masing-masing.
Kamu ingat, Kak?
Kejadian konyol nan manis dan menggemaskan yang terjadi saat praktik renang
beberapa bulan yang lalu. Kejadian yang entah harus aku masukan ke dalam list
kejadian yang ingin terulang atau kejadian yang ingin aku buang jauh-jauh
dari setiap sel-sel di otakku.
But, the
truth is… Kejadian itu telah membawa kita, pada sebuah titik di mana satu
lampion menyala dengan segala ragu dan redup. Saat
itu, aku sakit, lantas kamu amat peduli. Manis. Lucu. Manisnya, aku dan kamu
sama-sama tahu sampai mana kita bisa berjalan. Lucunya, aku dan kamu semakin
sama-sama tahu kalau ini hanya akan mempersulit.
Kita sama-sama tahu, kalau dari dulu kita berdiri
di tanah-tanah yang gembur bila ditanami luka. Kita sama-sama tahu, posisi kita
sangatlah sulit, seolah memaksa untuk kita saling berlari menjauh, memunggungi.
Tapi aku tegaskan, itu dulu. Harus dulu!
Sekarang, kamu telah memilihku untuk memperjuangkan perasaan yang
belum tumbuh dalam dadamu. Sedang aku, tinggal menunggumu berjuang dengan
selaksa pertimbangan usangmu.
Aku tersenyum membaca kalimat di atas, Kak. Aku
tersenyum membaca hubungan kita berdua. Benar, aku telah jatuh cinta
pada segala raguku dan ragumu. Aku jatuh cinta pada bagaimana sulitnya kita
bersatu. Mungkin sedikit lucu, ya, Kak. Tapi beginilah bagaimana cara hal manis
tercipta; tidak mudah.
Kamu tahu, Kak?
Kisah sulit kita ini terlalu manis, dari sekadar saling jatuh cinta, lalu
bersama dengan satu kali jentikan jemari.
Kalau praktik
renang kali ini, aku diizinkan untuk ikut—walau cuma nontonin doang—aku
minta kamu ikut berdoa, ya, semoga kejadian beberapa bulan silam nggak
akan terulang lagi. Aku malu keleus.
Salam bulan,
Sailor Moon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar