Senin, 03 Desember 2012

Aku, Kamu, dan Penaku


Pekat gulita,
Kerap kulewati bersamanya
Tubuh mungil bertinta hitam
Temani aku bermain sajak

Kunamai itu pena
Nakal dengan tintanya
Pahat kata sejukkan mata
Adalah namamu,
Tersurat dalam deret baris itu

Penaku enggan peduli
Jikalau kau tak hiraukanku
Meringis,
Namun asik cumbu aksara namamu

Aku hanya bisa lakukan ini
Dalam sepi liarkan geliat jemari
‘Tuk rangkai namamu
Dengan,
Atau tanpa embel-embel menyentuhmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar