Pekat gulita,
Kerap kulewati bersamanya
Tubuh mungil bertinta hitam
Temani aku bermain sajak
Kunamai itu pena
Nakal dengan tintanya
Pahat kata sejukkan mata
Adalah namamu,
Tersurat dalam deret baris itu
Penaku enggan peduli
Jikalau kau tak hiraukanku
Meringis,
Namun asik cumbu aksara namamu
Aku hanya bisa lakukan ini
Dalam sepi liarkan geliat jemari
‘Tuk rangkai namamu
Dengan,
Atau tanpa embel-embel menyentuhmu
‘
Tidak ada komentar:
Posting Komentar